Sunday, August 06, 2006

 

URBAN SHADIK

Transkrip ini direka dari himpunan perasaan atau rasa yang menyatu dalam hidup kita selama ini. Ia ditutur lalu ditulis mengikut emosi dan ekspresi. Ia tercipta daripada luahan serta terjemahan hati.
Segala ekspresi yang terlahir ini adalah satu perkongsian rasa kita semua. Sipu yang manis, rajuk yang mengguris atau amarah yang menghiris. Atau rasa bahagia yang bertandang, duka yang panjang, kecewa yang mengundang jua rindu waktu bayang menghilang. Ia juga menjadi sakit yang tak nampak deritanya atau bangga yang tak diungkap sedalamnya. Perasaan menjadi pancaindera, peka pada segala, mampu merasa pada sesuatu yang tak terzahir di mata.


Apa yang perlu adalah kita mewarnakan perjalanan hari. Bila ia mahu berhenti, berhentilah dengan keindahan abadi. Kita ini insan yang impiannya melebihi ketinggian langit, yang rasa kemahuannya melebihi keupayaan yang dibangkit, yang makna kehendaknya tidak seperti upaya yang terbit. Keterbatasan inilah yang akhirnya membuat kita semua kembali ke pangkal dan berpamit.

Salam Wasilah,
SHADIK situ sana sini

Comments: Post a Comment



<< Home

This page is powered by Blogger. Isn't yours?